Jumat, Februari 3, 2023
BerandaJATIMKABAR SURABAYASidak, Reni Astuti Wakil Ketua DPRD Meminta Pengerjaan Saluran Air Bukan Proyek...

Sidak, Reni Astuti Wakil Ketua DPRD Meminta Pengerjaan Saluran Air Bukan Proyek Coba-coba || NegesIndonesia

 

Surabaya, Negesindonesia.com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, mendesak agar proyek penanganan banjir di Surabaya dikerjakan secara profesional, maskimal, dan terukur.

Hasilnya harus dirasakan warga kota sehingga impian warga bebas banjir bisa dirasakan, setidaknya pada musim hujan tahun ini.

“Proyek penanggulangan banjir di Surabaya hingga kini terus dikebut oleh Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya. Target penyelesaian itu hingga minggu kedua bulan Desember. Untuk memantau progress proyek yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah itu, Reni Astuti meninjau pengerjaan proyek saluran air tengah kota di kawasan Jl Pahlawan, Jumat (04/11/2022).

Panasnya matahari yang menyengat serta debu proyek, tak menyurutkan langkah Reni untuk terus mengecek saluran berukuran 2 x 2 meter itu.

Demi harapan besar warga Kota Surabaya untuk terbebas dari banjir.

Wakil ketua DPRD Kota Surabaya Reni meninjau pengerjaan saluran air

“Terdeteksi ada 117 titik rawan banjir di kota ini. Titik-titik itu harus terselesaikan. OPD (organisasi perangkat daerah) terkait harus fokus dengan target untuk menurunkan jumlah titik genangan. Saya menekankan jangan malah ada genangan yang berpindah di tempat lain,” kata Reni, Minggu (6/11/2022).

Untuk mendorong penyelesaian masalah banjir di Surabaya, Reni meninjau lokasi pengerjaan saluran air di Jalan Pahlawan Surabaya.

Saat ini fokus penanganan banjir di Surabaya pusat dan Surabaya Selatan.

Dia meminta Pemkot untuk menyosialisasikan ke masyarakat terkait pengerjaan saluran ini.

Selama pengerjaan proyek tentu akan berdampak pada ketidaknyamanan warga.

Namun ini demi hasil terbaik dan manfaat yang lebih besar agar Surabaya bebas banjir.

DPRD harus mengawasinya.

Sementara masyarakat perlu dilibatkan untuk fungsi pengawasan agar tidak ada banjir atau genangan air yang berpindah tempat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, penyelesaian proyek tersebut sesuai target. Harus on schedule dan hasilnya maksimal.

Namun dia memberikan evaluasi kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, terutama masalah koordinasi dengan instansi terkait seperti PDAM, agar tidak menimbulkan masalah baru.

Pasalnya, dalam pengerjaan saluran atau pemasangan box culvert beberapa waktu lalu, saluran utilitas (pipa) milik PDAM pecah akibat pengerjaan saluran itu.

Selain itu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap pekerja juga harus lebih diprioritaskan.

Baca Juga :  Mulai 17 Juli KAI Daop 8 Surabaya Mewajibkan Penumpang Sudah Vaksin Booster

Sejumlah catatan, kualitas pengerjaan proyek kurang bagus. Jadi, pengawasan ini harus serius. Jangan sampai proyek tersebut direvisi lagi di tahun depan. Oleh karena itu perlu perencanaan sejak awal,” tandas Reni.

Anggarkan Rp 541 Miliar

Penanganan banjir tahun 2022 ini telah dianggarkan Rp 541 miliar, termasuk untuk mengebut pengerjaan 55 titik saluran air yang saat ini dalam penyelesaian.

Anggaran penanganan banjir tersebut akan naik pada tahun 2023 menjadi Rp 867 miliar.

“Mudah-mudahan di 2023 ada strategi baru. Sebab, masyarakat menunggu kota ini bebas banjir. Proyek penanganan banjir tahun ini bukan coba-coba, sudah melalui perencanaan ahli atau pakar. Warga jangan hanya merasakan debu dan macet, tetapi hasil yang terbaik,” tandas Reni.

Selain meninjau proyek saluran di Jl Pahlawan, Reni juga meninjau Rumah Pompa Alun-Alun Contong.

Dia bersama Kasi Perencanaan dan Pengawasan Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Chandra Andi Wijaya meninjau kesiapan rumah pompa ini.

Menurut Chandra, pengerjaan saluran di Jalan Pahlawan merupakan rentetan dari pengerjaan saluran air di Jalan Semarang, Raden Saleh, Penghela, Pahlawan, dan kemudian disedot oleh pompa yang ada di Alun-Alun Contong dan berakhir di Kalimas.

Di rumah pompa itu ada 2 unit pompa untuk menyedot banjir dengan kapasitas 3 meter kubik per detik, dan 1 pompa untuk menyedot lumpur dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik.

“Urutannya mulai dari hilir, jadi yang hulu tertarik. Dan semua bermuaranya di rumah pompa di Alun-Alun Contong,” kata Chandra.

Khusus proyek saluran di Jalan Pahlawan baru mencapai 55 persen.

Namun dia optimistis penuntasan proyek akan sesuai dengan deadline.

“Kami optimistis minggu kedua bulan Desember bisa rampung. Tidak hanya di Jl. Pahlawan saja, tapi di semua titik yang dikerjakan. Yang saat ini untuk semua titik sudah mencapai 65 persen,” katanya.

Selama ini di Jalan Pahlawan, menurutnya, memang terjadi genangan, namun hanya sebentar.

Selain Pompa Alun-Alun Contong juga terkoneksi dengan Rumah Pompa Petekan.

(Mah/an), Reni Astuti Wakil Ketua DPRD Meminta Pengerjaan Saluran Air Segera Selesai

Baca Juga :  Polrestabes Surabaya Undang 6 Pemuka Agama Untuk Gelar Do’a Bersama di HUT Bhayangkara ke-76

Surabaya, Negesindonesia.com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, mendesak agar proyek penanganan banjir di Surabaya dikerjakan secara profesional, maskimal, dan terukur.

Hasilnya harus dirasakan warga kota sehingga impian warga bebas banjir bisa dirasakan, setidaknya pada musim hujan tahun ini.

“Proyek penanggulangan banjir di Surabaya hingga kini terus dikebut oleh Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya. Target penyelesaian itu hingga minggu kedua bulan Desember. Untuk memantau progress proyek yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah itu, Reni Astuti meninjau pengerjaan proyek saluran air tengah kota di kawasan Jl Pahlawan, Jumat (04/11/2022).

Panasnya matahari yang menyengat serta debu proyek, tak menyurutkan langkah Reni untuk terus mengecek saluran berukuran 2 x 2 meter itu.

Demi harapan besar warga Kota Surabaya untuk terbebas dari banjir.

Wakil ketua DPRD Kota Surabaya Reni meninjau pengerjaan saluran air
“Terdeteksi ada 117 titik rawan banjir di kota ini. Titik-titik itu harus terselesaikan. OPD (organisasi perangkat daerah) terkait harus fokus dengan target untuk menurunkan jumlah titik genangan. Saya menekankan jangan malah ada genangan yang berpindah di tempat lain,” kata Reni, Minggu (6/11/2022).

Untuk mendorong penyelesaian masalah banjir di Surabaya, Reni meninjau lokasi pengerjaan saluran air di Jalan Pahlawan Surabaya.

Saat ini fokus penanganan banjir di Surabaya pusat dan Surabaya Selatan.

Dia meminta Pemkot untuk menyosialisasikan ke masyarakat terkait pengerjaan saluran ini.

Selama pengerjaan proyek tentu akan berdampak pada ketidaknyamanan warga.

Namun ini demi hasil terbaik dan manfaat yang lebih besar agar Surabaya bebas banjir.

DPRD harus mengawasinya.

Sementara masyarakat perlu dilibatkan untuk fungsi pengawasan agar tidak ada banjir atau genangan air yang berpindah tempat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, penyelesaian proyek tersebut sesuai target. Harus on schedule dan hasilnya maksimal.

Namun dia memberikan evaluasi kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, terutama masalah koordinasi dengan instansi terkait seperti PDAM, agar tidak menimbulkan masalah baru.

Pasalnya, dalam pengerjaan saluran atau pemasangan box culvert beberapa waktu lalu, saluran utilitas (pipa) milik PDAM pecah akibat pengerjaan saluran itu.

Baca Juga :  LSM FAAM Surabaya Gercep Koordinasi dengan Dinsos Prihal Laporan Warga ODGJ Bikin Resah

Selain itu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap pekerja juga harus lebih diprioritaskan.

Sejumlah catatan, kualitas pengerjaan proyek kurang bagus. Jadi, pengawasan ini harus serius. Jangan sampai proyek tersebut direvisi lagi di tahun depan. Oleh karena itu perlu perencanaan sejak awal,” tandas Reni.

Anggarkan Rp 541 Miliar
Penanganan banjir tahun 2022 ini telah dianggarkan Rp 541 miliar, termasuk untuk mengebut pengerjaan 55 titik saluran air yang saat ini dalam penyelesaian.

Anggaran penanganan banjir tersebut akan naik pada tahun 2023 menjadi Rp 867 miliar.

“Mudah-mudahan di 2023 ada strategi baru. Sebab, masyarakat menunggu kota ini bebas banjir. Proyek penanganan banjir tahun ini bukan coba-coba, sudah melalui perencanaan ahli atau pakar. Warga jangan hanya merasakan debu dan macet, tetapi hasil yang terbaik,” tandas Reni.

Selain meninjau proyek saluran di Jl Pahlawan, Reni juga meninjau Rumah Pompa Alun-Alun Contong.

Dia bersama Kasi Perencanaan dan Pengawasan Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Chandra Andi Wijaya meninjau kesiapan rumah pompa ini.

Menurut Chandra, pengerjaan saluran di Jalan Pahlawan merupakan rentetan dari pengerjaan saluran air di Jalan Semarang, Raden Saleh, Penghela, Pahlawan, dan kemudian disedot oleh pompa yang ada di Alun-Alun Contong dan berakhir di Kalimas.

Di rumah pompa itu ada 2 unit pompa untuk menyedot banjir dengan kapasitas 3 meter kubik per detik, dan 1 pompa untuk menyedot lumpur dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik.

“Urutannya mulai dari hilir, jadi yang hulu tertarik. Dan semua bermuaranya di rumah pompa di Alun-Alun Contong,” kata Chandra.

Khusus proyek saluran di Jalan Pahlawan baru mencapai 55 persen.

Namun dia optimistis penuntasan proyek akan sesuai dengan deadline.

“Kami optimistis minggu kedua bulan Desember bisa rampung. Tidak hanya di Jl. Pahlawan saja, tapi di semua titik yang dikerjakan. Yang saat ini untuk semua titik sudah mencapai 65 persen,” katanya.

Selama ini di Jalan Pahlawan, menurutnya, memang terjadi genangan, namun hanya sebentar.

Selain Pompa Alun-Alun Contong juga terkoneksi dengan Rumah Pompa Petekan.
(Mah/an

RELATED ARTICLES
Continue to the category

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular