oleh

Vaksin covid-19 , Diklaim Bisa Membahayakan

Negesindonesia.com | Pembuatan Vaksi Covid-19 di Indonesia yang di klaim akan ada pada akhir tahun 2020 , sebagai bentuk penangkal pandemi Covid-19 berpontensi membahayakan jika dalam pembuatanya tidak memperhatikan beberapa temuan yang dilakukan Profesor Nidom Foundation (PNF)

Dituangkan jurnal internasional dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Nidom Foundation (PNF) yang meneliti sebanyak 40 virus covid-19 yang menyebar di Indonesia dan di Asia Tengara dan Wuhan , menemukan fenomena virus yang mengejutkan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmi Teken UU Cipta Kerja , KSPI Layangkan Gugatan Ke MK

Dari hasil penelitian tersebut menyebutkan semua virus tersebut ternyata mempunyai motif antibody-dependent enhancement (ADE) dan 57.5 mengalami mutasi dari virus Covid-19 Wuhan.

“Ternayata virus yang berkembang di Indonesia dan asia tenggara memiliki fenomena mengejutkan yaitu susunan asam amino “ADE” virus ini akan meningkat tatkala ketemu antibody”

Fenomena ADE menyebabkan virus yang masuk kepada manusia semakin ganas setelah divaksinasi ini terjadi sistem antibodi merespon virus dengan mengikatnya sehingga virus lain bisa masuk kedalam sel-sel tubuh , nidom berkaca pada vaksinasi demam berdarah di filipina yang mengakibatkan pada kematian.

“Setelah di vaksinasi maka timbulah keganasan yang hebat pada anak dan orang yang belum pernah terinferksi yang disebabkan oleh anti body yang ditimbulkan karena vaksinasi, vaksin kmakan mengikat virus kemudian virus tersebut mencari jalan keluar lain untuk masuk kedalam sel tubuh “ujar Chairul Nidom.

Dari penelitian ini di tari kesimpulan bahwa virua seperti halnya Hiv ebola sars dan zika tidak bisa di atasi dengan vaksinasi begitu juga Covid-19.

Ketika sudah di vaksi maka jika bertemu atau bersentuhan virus baru maka virus tersebut akan menjadi lebih ganas
Ahmad utomo peneliti biologi molekuler menjelaskan bahwa temua Prodesor Nidom Fundation (PNF) ini bisa menjadi rujukan pemerintah sebagai pembuatan vaksin virus covid-19.

Baca Juga :  Batang Menjadi Incaran Para Investor

“Pemerintah harus berhati-hati dalam pembuatan vaksin, apalagi narasi yg di bangun pada vaksi covid-19 yang di perkirakan akan ada pada akhir tahun ini bisa membuat masyarakat lengah , Vaksinasi bukanlah soluai tunggal melawan pandemi Covid-19 , kunci utama melawan Covid-19 tetap pada penerapan protokol kesehatan”.katanya dikutip dari Video Transmedia.

Diketahui juga pada Saat ini ada 166 orang kandidat Vaksin Covid-19 didunia , 8 diantaranyaa ada di Indoneaia , Pemerintah perlu berhati2 jangak karena alih Alih-alih melewan pandemi covid-19 dengan adanya vaksin yang diklaim sudah ada pada akhir tahun bisa mengakibatkan blunder yang sangatlah fatal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed