oleh

Pendeteksi Covid-19 “GeNose” Karya Anak Bangsa “Akurat dan Cepat”

Negesindonesia.com – Alat pendeteksi covid-19 buatan indonesia “GeNose” telah dibuat dan akan didistribusikan untuk membantu pencegahan penularan wabah covid-19 diindonesia.

Pembuat alat pendeteksi covid-19 “GeNose” ialah Dosen Universitas Gajah Mada (UGM) Dr.Kuwat Triyana , GeNose sudah dibuktikan mempunyai keakurasian diatas 90% untuk pendeteksian Covid -19 melalui Udara (Nafas).

Baca Juga :  Prabowo Resmi Menjadi Ketua Umum Partai Gerindra

Tidak hanya itu GeNose terbukti Cepat dalam pengoprasiannya hanya butuh tidak lebih dari 5 menit untuk mendeteksi seseorang tersebut terinfeksi covid-19 atau tidak tanpa hatus swab atau pegambilan darah.

Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi melakukan serah terima teknologi alat deteksi Covid-19 melalui embusan nafas yang diberi nama GeNose kepada Kemenristek/BRIN, Kamis (24/9).

Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas melalui embusan nafas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen.Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.

Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, mengapresiasi alat deteksi Covid-19 lewat embusan nafas yang dikembangkan oleh tim peneliti UGM. Dia mengatakan pihaknya siap untuk mendukung uji klinis lanjutan GeNose.

“Risetl/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 siap memberikan dukungan upaya finalisasi GeNose dalam bentuk dukungan uji klinis tahap 2,” ucapnya.

Baca Juga :  Program Bantuan Gaji Tengah Dipersiapkan

Dia berharap GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat. Dia mentargetkan setidaknya pada bulan Desember 2020 alat ini dapat digunakan untuk skrining.

“Jika sudah uji klinis dan mendapat ijin edar dari Kemenkes, pastikan alat disampaikan pada Satgas bisa menjadi alat tes untuk membantu upaya Indoensia meningkatkan rasio testing,”tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed