oleh

Neges 059 Per Indah Situs Petilasan Ngobaran

Negesindonesia.com – Semakin rendahnya tingkat keingintahuan masyarakat dan juga para penerus bangsa akan pengetahuan sejarah tentang asal usul nenek moyang dan bagaimana budaya dan peradaban yang diwariskan oleh para pendahulunya.

Pada Minggu (30/8/2020) kegiatan sosial yang dilakukan oleh salah komunitas Budayawan Neges 059 di situs Petilasan NGOBARAN Tulung Agung dalam rangka melukiskan rasa hormat dan terima kasih kepada para pendahulu kita yang sudah berjuang untuk masa depan para cucunya supaya bisa hidup lebih mulia serta mewariskan adat budaya dan peradaban yang beragam indah.

Petilasan Ngobaran Tulung Agung (Negesindonesia.com)

Budayawan Senior menuturkan , melukiskan rasa hormat dan cinta akan kebudayaan dan peradaban yang di turunkan oleh para nenek moyang di Nuswantara (Jawa) dengan kegiatan sosial “memperindah situs petilasan NGOBARAN Tulung agung Jawa Timur yang dilakukan oleh perkumpulan para Budayawan Neges 059.

Selain tujuan utama melukiskan rasa hormat dan rasa terima kasih kepada leluhur melalui salah satu situs petilasan NGOBARAN , kegiatan itu juga guna menunjukan kepada para penerus bangsa akan pentingnya rasa terima kasih kepada Leluhur melalui situs petilasan NGOBARAN yang diilmui dengan pengetahuan sejarah , yang kian diabaikan oleh para pemuda penerus bangsa.

Padahal pengetahuan akan sejarah dan Asal usul dan leluhur yang bisa menjadikan Indonesia Merdeka dan mempunyai budaya dan peradaban yang begitu indan nan mulia.

Untuk itu jika situs petilasan diperindah dengan tetap tak mengurangi poit utama dalam situs petilasan, dan bisa merangsang para penerus bangsa dan masuarakat untuk mempelajari akan sejarah dan budaya , leluhur bahkan untuk asal usulnya dirinya sendiri.

View Petilasan Ngobaran (Negesindonesia.com)

Dan jangan sampai para penerus bangsa tidak tahu akan sejarah yang benar , budaya yang beragam serta peradaban yang beradab di tanah Jawa (Nuswantoro)

“Dia yang mengetahui dirinya sendiri niscaya dia tahu akan tuhanNYA” , karena tidak akan mungkin mengetahui dirinya sendiri tanpa diilmui dengan pengetahuan akan sejarah.”Tutur Budayawan Senior Masito Al-Fa’ir).(fq/NI).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed