Rabu, Mei 25, 2022
BerandaNASIONALKepala Sekretariat Kepresidenan "Heru Budi Hartono" Masuk Dalam Bursa Calon PJ Gubenur...

Kepala Sekretariat Kepresidenan “Heru Budi Hartono” Masuk Dalam Bursa Calon PJ Gubenur DKI

Negesindonesia.com – Hangat diperbincangkan siapa penganti atau Pj Gubenur DKI yang akan mengantikan “Anies Baswedan” pada masa jabatannya yang akan berakhir di bulan oktober 2022.

Santer dikabarkan ada 3 nama yang dikabarkan menjadi pj Gubenur DKI salah satunya ialah Kepala Sekretariat Kepresidenan “Heru Budi Hartono” yang menjadi nominasi pertama dari ketiga nama yang dikabarkan dan Yang kedua ialah Sekda DKI Jakarta Marullah, serta yang ke tiga yaitu eks Ketua KPU RI Juri Ardiantoro.

Baca Juga :  Jokowi Targetkan Percepatan Pemulihan Ekonomi Naik Hingga Angka 7 Persen

Kalau melihat dari tiga nama yang diusulkan, semuanya bagus. Pak Heru Budi bagus, pernah jadi eksekutif Ibu Kota, tentu paham dengan psikologis Jakarta. Pak Marullah bagus, sekda kita saat ini. Begitu pun dengan Pak Juri Ardiantoro, bagus, banyak pengalaman dalam memimpin,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

“Kalau melihat dari tiga nama yang diusulkan, semuanya bagus. Pak Heru Budi bagus, pernah jadi eksekutif Ibu Kota, tentu paham dengan psikologis Jakarta. Pak Marullah bagus, sekda kita saat ini. Begitu pun dengan Pak Juri Ardiantoro, bagus, banyak pengalaman dalam memimpin,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga :  RUU Omnibus Law Cipta Kerja Menuai Polemik

Ketiga nama yang dimaksud Zita tersebut ialah Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono, Sekda DKI Jakarta Marullah, dan eks Ketua KPU RI Juri Ardiantoro.

Zita juga mengatakan kewenangan penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta ada di tangan Presiden dan Kemendagri. Dia berharap Pj Gubernur DKI akan melanjutkan pembangunan yang belum selesai.

Baca Juga :  Ideologi Pancasila Memandu Indonesia Menghadapi Pandemi Covid-19

“Siapa pun yang akan jadi Pj Gubernur, semoga bisa merealisasikan rencana pembangunan yang belum terealisasi dan melanjutkan apa yang sudah berjalan. Salah satunya Formula E,” jelas Zita.

Zita menilai ketiga nama tersebut cocok untuk nantinya memimpin DKI. Namun, hal tersebut tetap berada di tangan pusat.

“Kalau dilihat dari track record-nya juga sangat mumpuni untuk memimpin Ibu Kota,” kata Zita.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

y