Khofifah: Sentono Gentong Pacitan Adalah Orkestra Semesta Alam || NegesIndonesia

KABAR GRESIK55 Dilihat
Advertisements

Pacitan, Negesindonesia.com – Khofifah Gubernur Jatim Sentono Gentong Pacitan seperti Orkestra Semesta Alam di Desa Dadapan, Kec.Pringkuku, Kab.Pacitan, Orang nomor satu di Jawa Timur itu saat berkunjung ke Pacitan benar-benar dibuat takjub Rabu, (11/1/2023).

Khofifah tak sendiri. Dia didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Forkopimda Pacitan. Dia mengungkapkan Sentono Gentong menjadi salah satu destinasi ngehits di Pacitan. Menurut dia, Sentono Gentong seperti orkestra semesta alam karena memiliki keindahan alam lengkap yang berpadu dengan sejarah dan spiritual.

Di Sentono Gentong, kata dia, masyarakat bisa menikmati pemandangan laut dan pantai, perkotaan, perbukitan, pegunungan hingga goa-goa. Tak cuma menyajikan wisata alam, Sentono Gentong juga merupakan spot paralayang.

Baca Juga :  Kapolrestabes Surabaya Membuka WhatsApp Center Untuk Warga Surabaya, PINGIN CURHAT NANG CAK YUSEP, IKI NOMER WA NE ..

”Jawa Timur ini banyak tempat yang menyuguhkan keindahan bagi penikmat wisata alam, religi, kuliner, hingga tantangan bagi para penikmat dan atlet paralayang yang di Sentono Gentong,” kata Khofifah.

Biasanya destinasi-destinasi itu dibuka sekitar Maret untuk menyesuaikan arah angin. Khofifah menuturkan, Sentono Gentong menjadi destinasi wisata yang memiliki sejarah kuat.

”Bisa dibilang wisata alam, bisa juga disebut religi bahkan olahraga,” ujar Khofifah.

Sebagai wisata religi, Sentono Gentong merupakan kawasan petilasan. Di dalamnya terdapat gentong berisi tulang-tulang yang dibawa Syekh Subakir dari Persia untuk menangkal roh jahat di Pulau Jawa agar agama Islam dapat berkembang.

Baca Juga :  PPKM Mikro Resmi Diperpanjang Hingga 22 Maret 2021

”Tempat ini kental dengan cerita tentang Syeikh Subakir. Dulu kabarnya banyak jin yang mengganggu proses pembangunan dan perkembangan agama Islam di Nusantara. Kisah Syekh Subakir seperti dalam Babad Tanah Jawi ini tertanam sangat kuat, dan juga mencontohkan harmonious partnership,” jelas Khofifah.

Khofifah menambahkan, kerajinan tangan dari desa-desa wisata yang sudah sampai ke kancah internasional pun juga patut mendapat sorotan lebih.

”Desa wisata di Pacitan juga keren-keren. Industri kreatifnya juga tidak mengenal musim. Saya pernah mendatangi perajin batu di mana perajin di sana telah didatangi pelanggan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Para perajin di Pacitan terus menghasilkan produk yang menarik tak peduli musim atau tidak,” tutur Khofifah.

Baca Juga :  Warga Sekapuk Sambut Kedatangan Kepala Desa "Abdul Halim"

Khofifah menambahkan, konektivitas ke Kabupaten Pacitan dan daerah Mataraman lain memerlukan perhatian khusus. Dengan begitu, keindahan Pacitan bisa lebih dipromosikan.

”Sehingga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, bisa hub menikmati indahnya pesona wisata Pacitan,” ucap Khofifah.
(hum/an)

Tinggalkan Balasan