oleh

Risma Tak Mengubris Meski Surabaya Disebut Wuhan

Negesindonesia.com – Kembali lagi Surabaya kini menjadi sorotan terlebih saat pernyataan Joni Wahyuhadi selaku Ketua Rumpun Kuratif Tim Gugus Tugas penaganan Covid-19,
Surabaya disebut oleh joni wahyuhadi akan seperti Wuhan,beliau juga memaparkan bahwa 65 persen kasus covid-19 berasal dari Surabaya Raya (Surabaya,Sidoarjo,Gresik).

Maka kalau kita tidak hati-hati Surabaya alan menjadi Wuhan akan segera terbukti “tuturnya”


Dengan Tenag ibu arek-arek Suroboyo selaku Walikota “saya tidak terlalu peduli,terserah mau di bilang seperti apa,saya gak ngurus”ungkapnya

Baca Juga :  Bu Risma Jelaskan Kesiapan Sekolah Tatap Muka Kota Surabaya


Ada hal yang lebih penting selain menangapi penyataan – pernyataan yang tidak membangun yaitu keselamatan warga saya Surabaya itu yang terpenting alias nomer satu.


“Bahkan resikonya bisa kena kesaya itu sangat saya terima”

Yang sangat saya khawatirkan jika saya terlambat untuk tidak mengurus atau menangani pasien dan warga saya dan kemudian ada yang meninggal lalu yang meninggal punya anak,bagaimana nasib anaknya,menjadi anak yatim.

Baca Juga :  Bu Risma Jelaskan Kesiapan Sekolah Tatap Muka Kota Surabaya

Mangkannya saya emoh mengubris pernyataan tersebut ,saya pilih konsentrasi pada keselamatan pasien dan warga saya.
Saat di singgung terkait rujukan Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa tentang hasil penelitian FKM Unair ,bahwa kepatuhan masyarakat Surabaya tentang protokol Kesehatan pencegahan covid-19,walikota surabaya langsung mengelak dan memberi penjelasan.


“Mohon ya dicek,penelitian itu untuk mana,itu sudah di bantah oleh persakmi lho bahwa itu bukan untuk Surabaya Raya.”tegas Ibu Risma”


Sayangnya itu di pakai untuk bahan laporan Gubenur Jatim Kepada Bapak Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Surabaya,saya tenang – tenang saja dan saya kira kita tidak perlu ngomong itu, dan itu bisa menjadi pelanggaran besar karena kita tidak bisa asal mengambil saja.”ungkapnya”.(Fq/NI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed