oleh

Khofifah Pertegas Klaim Tri Rismaharini.

Advertisements

Negesindonesia.com – kedua pemimpin wanita Risma dan Khofifah yang sebelumnya sudah sering kali beda gagasan dan perbedaan gagasan terlihat terus terjadi terkait penetapan status peyebaran covid-19 di suatu wilayah.

Memang kedua pemimpin yang santer dikabarkan berpengaruh pada pilkada kota surabaya 2020 , terutama ibu Risma yang jiwa kepemimpinannya yang dicintai oleh warga surabaya.

Baca Juga :  Ketua PJI Pusat "Hartanto Buchoeri" Resmi Lantik Ketua Dan Pengurua DPC PJI Kediri

Menurut walikota surabaya Tri Rismaharini penyebaran covid-19 disurabaya sudah menurun dan telah berstatus zona hijau artinya penyebaran di wilayah Surabaya sudah rendah dan disusul tingkat kesembuhan juga sudah banyak “ucapnya pada Sabtu (01/08)

Mendengar itu, Gubenur Jawa Timur Khofifah juga menuturkan kepada awak media saat di temui di Surabaya bahwa penenentuan zona terkaid kasus Covid-19 di suatu wilayah itu sepenuhnya kewenangan satgas Penanganan Covid-19 Nasional bukan pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ataupun Provinsi satgas Covid-19 Jatim hanya mengunggah ulang data dari saygas Covid-19 Nasional di update seminggu sekali dan jatuh pada hari selasa.”tuturnya”

Baca Juga :  Warga Kediri Temukan Obyek Cagar Budaya peninggalan Raja Bameswara

Penegasan Khofifah disampaikan setelah Walikota Surabaya Risma menuturkan bahwa Surabaya sudah berstatus zona hijau.

Sedangkan menurut peta penyebatan Covid-19 satgas Jatim , Kota Surabaya masih berstatus zona merah.(Fq/NI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed