Rabu, Mei 25, 2022
BerandaJATIMGRESIK NewsASN Terlambat Terancam Dikurangi Tunjangannya

ASN Terlambat Terancam Dikurangi Tunjangannya

Negesindonesia.com – Untuk efektifitaskinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik , Selama tiga hari ini, Bupati Sambari Halim Radianto ikut turun kelapangan memantau
kedatangan Pegawai.

Bupati Sambari
beserta Pejabat yang lain ikut berdiri di pintu gerbang dan sesekali ikut menanyakan kepada PNS yang datang terlambat dan alasan keterlambatannya.

Pada hari
ini, Rabu (5/8) tepatnya hari ke tiga pemantauan Disiplin PNS dimasa Pandemi ini. Masih saja ada ASN yang terlambat. Sampai jam 08.00 dihitung sejak jam
07.31 sudah ada 21 ASN terlambat datang.

Baca Juga :  Apresiasi Ulama Di Banten Ikuti Vaksinasi, Kapolri: Kabar Baik dan Motivasi Bagi Masyarakat

Jumlah ini menurun dibanding dua hari sebelumnya, pada hari pertama Senin ada 179 ASN
terlambat dan pada hari ke dua Selasa ada 62 ASN terlambat datang.

“Setiap ASN
yang terlambat datang akan di kumpulkan di depan kantor Bupati Gresik untuk
diberi pembinaan. Seperti dua hari sebelumnya. Mereka diharuskan mengikuti apel
khusus. Untuk apel yang ketiga ini mereka akan diapelkan pada siang hari.” Tandas
Edi Hadi Siswoyo Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik.

Mengutip yang
disampaikan Bupati, sanksi untuk ASN yang terlambat tidak hanya diapelkan di halaman kantor Bupati, namun juga diikuti sanksi yang lain yaitu pengurangan Tunjangan Tambahan penghasilan (TTP) ASN.

Baca Juga :  Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati "Gus Yani Dan Neng Min" Resmi Daftar Ke KPU Gresik

“Untuk ASN
yang punya eselon, catatan keterlambatan ini akan dijadikan bahan rapat baperjakat
untuk penempatan seseorang dalam menduduki jabatan eselon di Pemkab Gresik”
katanya.

Menurutnya,
penertiban ini akan terus dilakukan oleh Bupati serta jajaran Penegak Disiplin ASN
Pemkab Gresik.

“Dimasa new
normal ini, kita tetap harus memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Kita
harus mengaktifkan Kembali pelayanan seperti keadaan normal. Tentunya harus
mengikuti protocol Kesehatan dan Peraturan Bupati nomer 22 tahun 2020” papar
Edi.

Baca Juga :  Sejumlah Kepala OPD di Gresik ‘Sambat’ Ke Komisi X DPR RI

Sementara Kepala
Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi mengatakan, sesuai yang
disampaikan Bupati untuk pengaturan kinerja ASN di masing-masing OPD diserahkan
kepada Kepala OPD masing-masing.

“Silahkan para
Kepala OPD tersebut mengatur anak buahnya sesuai efektifitas kinerjanya, yang
penting pelayanan masyarakat harus tetap berjalan. Sambil kita menunggu keputusan
lebih lanjut dari pemerintah Provinsi maupun Pemerintah pusat”. Jelas Reza. (Fq/NI).

RELATED ARTICLES

48 KOMENTAR

  1. Whoa! This blogg looks just like my old one! It’s on a
    completely different subject buut it has pretty much the same layout and design. Great choice oof colors!

    Here is my web-site: home renovation (Alexis)

  2. I have recently startd a web site, thee info you provide on thhis
    web site hass helped me greatly. Thank you for all of yokur time & work.

    Also visiut my blog – cisco ccie (Teresa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments