Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaJATIMGRESIK NewsBNPB MENGHIMBAU MARI KITA BEREMPATI PADA KORBAN BENCANA, Abdul Muhari : "Kegiatan...

BNPB MENGHIMBAU MARI KITA BEREMPATI PADA KORBAN BENCANA, Abdul Muhari : “Kegiatan Syuting Seharusnya Tidak Dilakukan di lokasi Bencana”

 

Negesindonesia.com
Jakarta – Penggambilan video syuting sinetron di lokasi bencana maupun di pengungsian apalagi pada saat masih berlakunya status tanggap darurat tentu sangat disayangkan, BNPB mengimbau berbagai pihak untuk menghormati dan berempati kepada masyarakat terdampak bencana dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bukan prioritas pada saat tanggap darurat, Kamis 23/12/2021 pukul 02.01 wib.

Hal tersebut menyikapi video viral dan pemberitaan media massa yang menginformasikan adanya kegiatan syuting sinetron di lokasi bencana Gunung Semeru, kegiatan ini seharusnya tentu tidak dilakukan di tengah masyarakat yang masih berada di pengungsian akibat bencana, selain itu prioritas kegiatan tanggap darurat adalah optimalisasi layanan kepada masyarakat terdampak, pemulihan kawasan terdampak bencana, dan penyiapan lokasi relokasi.

Baca Juga :  5 PNS Gagal Diambil Sumpahnya Oleh Bupati

“BNPB mengharapkan situasi ini tidak lagi terjadi di masa depan, selain itu BNPB juga mengharapkan masyarakat lebih mengedepankan dukungan moril dan materil untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana,” kata Abdul Muhari Ph, D. (Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB).
sumber Twitter : @n

“Selain itu BNPB juga mengimbau warga untuk tidak melakukan wisata bencana, khususnya di wilayah yang terdampak langsung Awan Panas Guguran (APG) seperti pada Sabtu (4/12) lalu, hal ini semata-mata dilakukan agar kegiatan-kegiatan dalam fase tanggap darurat dapat berjalan dengan lancar dan petugas di lapangan tidak terganggu oleh aktifitas lain di luar prioritas kegiatan tanggap darurat,” Ungkapnya.

Baca Juga :  Pembacokan Kembali Terjadi di Surabaya Sabtu Malam Minggu, Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Pembacokan

“Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru per 22/12/2021 pukul 18.00 masih mencatat total warga meninggal dunia berjumlah 51 jiwa, warga mengungsi berjumlah 10.539 jiwa yang tersebar di 409 titik pengungsian, titik pengungsian berbesar di Kab.Lumajang dan sebagian kecil lainnya di Kab.Malang, Probolinggo, Blitar dan Jember, Posko masih terus melakukan pemutakhiran data warga yang mengungsi,” tambahnya.

“Selanjutnya terkait dengan rencana untuk pembangunan hunian sementara atau huntara, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya tindak lanjut, seperti telah mendapatkan ijin penggunaan lahan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Dari sisi anggaran, Posko telah mendapatkan donasi senilai Rp20,67 miliar yang nantinya akan digunakan untuk program relokasi warga terdampak erupsi Semeru,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satu Warga Lumajang Jadi Korban Kapal Karam, Kapolres Kirim Tim Dukung Psikologis Keluarganya

Perpanjangan kedua status tanggap darurat paska erupsi Gunung Semeru akan berakhir besok, 24/12, Sementara itu Posko yang dibantu para relawan terus memberikan pelayanan kebutuhan dasar kepada warga di pengungsian, seperti di sektor pendidikan, kesehatan, keamanan dan pertanian. (hum/anang)

RELATED ARTICLES

17 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular